Minggu, 05 Mei 2019

Cover Letter

Depok, May 5th 2019


Attention To : Human Resources Department
SM Entertainment Indonesia
FX Sudirman, Jl. Jend. Sudirman No.1/3, RT.1/RW.3, Gelora, Central Jakarta City, Jakarta 10270


Dear Sir / Madam

I have read from your job vacancy advertisement at SM Entertainment Website and i found that your company is looking for employees for “Mobile Apps Developer” position. I believe the job is fit with my educational background and thus i found myself qualified for the job.

My name is Shafira Maulina. I am twenty one years old and i am fresh graduate from Information System Department of Gunadarma University Depot on September this year. I have the qualifications that you want for the job. I can work both in a team and by myself, and i eager to learn.

Beside the basic knowledge i have from my educational background, i also have a good compare skill such as microsoft office and java and i can communicate in English and a little bit of Korea both spoken and written.

With all the qualifications i mentioned above, i am confident that i can contribute effectively to your company. here with this letter i enclose my :

  1. Copy if Bachelor Degree (S-1) Certificate and Academic Transcript.
  2. Curriculum Vitae.
  3. Recent photograph with size of 4x6

I appreciate your attention and i hope i can join your company soon and be the part of it.

Sincerely,

Shafira Maulina




Resume

Jumat, 05 April 2019

Personal Description

Hallo everyone this is  my personal description ,oh by the way  how’s your day? my name is Shafira Maulina but my friends call me Fira or Pia and now I'm going to tell you a little bit of myself.I was born at 17th June 1997 and I have one little sister ( 3 years younger than me). I’m currently studying at Gunadarma University majoring Information System.
 As you know now I'm 21 years old but I still love to buy toys, a lot of people say “Are you kidding? You are 21,you are in collage why are you buy such a useless things like that?” but that’s not my problem, what’s a matter? That is my happiness.
Oh! I like to buy an album too even though it’s not that much, what album? Yap I'm a fan of Kpop since last 10 years, I really into them.The first time I saw it and it was so cool then became curious.
For the last 6 years I love a boyband named EXO or (their fans named) EXO-L and my bias from the first time they introduced EXO until now (and forever) is D.O. , he has a great voice,great acting,great attitude and loves cooking maybe that’s why I love him that much. I watched their 1st concert “The Lost Planet” in 2014 with my bestfriend and It was an experience that I never ever forget in my entire life, even now I still can’t believe that I met them.
And that’s how I learned about Korean culture and language from their songs, drama and variety show, I learn how to write and read. Now I can read Hangul (Korean Language) but to write still a long way to go. I also love to sing their songs too, doing some cover and upload it on soundcloud or youtube (just for fun).

Alright maybe this is my personal description that I could share with you, hope that you all can know me a little bit  more. See you later and have a great day.

Rabu, 13 Februari 2019

Langkah-Langkah Melakukan Pemeriksaan / Tahapan Pemeriksaan dan Pengambilan Bukti Audit Sistem Informasi

SIKLUS PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Salah satu kunci IT Gevermence dalam pandangan kontrol internal adalah perlunya kebijakan formal dari tiap manegement mengenai metologi perkembangan sistem (System Development metodology). Pucuk pimpinan perusahaan harus menetapkan metologi system development life cycle seal yang dianut.
Siklus Hidup Sistem
Siklus daur hidup sistem (system life cycle) adalah proses evolusioner yang terjadi dalam penerapan sistem atau sub sistem informasi berbasis komputer. Mulai dari perencanaan kebutuhan sistem sampai dioperasokan untuk kegiatan organisasi. Proses tersebut terdiri dari kegiatan perencanaan, analisis, rancangan (Design / construction), penerapan (System Implementation), dan penggunaan sistem atau sering disebut dengan istilah production (operasionalisasi sistem) sebagai suatu sistem yang life digunakan sesuai kebutuhan pengguna dari pada tahap penggunaan tersebut seluruh operasi sistem dilakukan oleh pengguna.
Sistem informasi dibangun menurut kaidah dan metoda – metoda tertentu yang disebut metodologi (System Depelopment Methodology). Menurut berbagai sumber lain, terdapat metodologi yang dapat diikuti.
Sistem development life cycle (SDLC) adalah seluruh proses mengembangkan produknya membangun sistem informasi melalui berbagai langkah, mulai dari penelitian kebutuhan (requitment), analisis, desain, implementasi dan pemeliharaan (maintenance).
 
Secara lebih rinci kegiatan – kegiatan dalam berbagai tahap pengembangan sistem aplikasi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1.    The Planning Phase
Kegiatan – kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain adalah :
· Mengenali masalah yang dihadapi (recognize the prolem)
· Merumuskan problem yang sesungguhnya (define the problem)
· Menetapkan tujuan / sasaran (Set system objectives)
· Identifikasi kendala / keterbatasan (Identify system constraint)
· Melakukan studi kelayakan (conduct a  feasibility study); mengamati faktur – faktur yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan, mencakup kelayakan.
· Menyiapkan proposal (Prepare a system study proposal)
· Disetujui / tidaknya usulan (approce or disapprove the study project)
· Membangun mekanisme kontrol (establish a control mechinisme)
2.    The analysis Phase
Dalam tahap system analysis dilakukan studi tentang sistem yang berjalan saat ini (existing / eurrent system) dalam rangka menilai ada / tidaknya kelemahan.
· Membentuk tim
· Merumuskan tujuan atau kebutuhan informasi
· Merumuskan system performance cycle
· Menyiapkan design proposal.
3.    The implementasi phase
Pada tahap implementasi dilakukan acquisition dan integrasi sumber daya fisik dan no fisik agar sistem dapat dioperasikan.
· Perencanaan implementasi dan mengumumkannya
· Perolehan sumber daya hardware dan software
· Menyiapkan fasilitas fisik
· Pelatihan users
· Menyiapkan the cutever proposal dan cutover the new system
4.    The use phase
Antara lain kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
· Penggunaan sistem (use the system)
· Evaluasi atau pemeriksaan (Audit the system)
5.    Maintain the system
· Melakukan perbaikan, memutakhirkan dan menyempurkan use (to keep system current /  to improses the system)
· Menyiapkan usulan renginsering bila diperlukan.
Pemeliharaan  / Modifikasi Sistem
Sistem yang sudah operasional seringkali penting untuk disempurnakan di-update, di-generate laporan – laporan tambahan, atau perubahan – perubahan minor. Salah satu alasan untuk melakukan perubahan adalah karena tidaklah mungkin untuk mengatasi seluruh kontinjensi selama tahap perancangan. Selain itu, kondisi lingkungan bisnis membutuhkan perubahan.
Aspek – aspe atau tahap yang mana saja yang diperlu dievaluasi dari satu kegiatan pengembangan sistem aplikasi? Ada beberapa hal yang harus dievaluasi yaitu. (a) Problem opportunity definition, (b) management of the change procces, (c) entry the feasibility assessment, (d) Analysis of the existing system, (e) formulation of strategic requirements, (f) Organizational and job design, (g) Information processing system design, (h) application software acquisition and development, (i) hardware/system software acquisition, (j) procedures development, (k) acceplence testing, (l) conversion, (m) operation and maintenance.
Audit Sistem Aplikasi
Type audit yang digunakan auditor pada proses pengembangan sistem ialah :
· Concurrent audit, auditor sebagai bagian dari team pengembangan sistem, auditor terlihat sebagai team untuk meningkatkan kualitas sistem yang sedang dikembangkan.
· Postimplementation audit, auditor membantu organisasi untuk mempelajari aplikasi sistem yang sedang dijalankan, auditor dapat melakukan evaluasi apakah sistem yang ada perlu dibuang, dilanjutkan atau dimodifikasi.
· General review of information sistems auditor, auditor melakukan evaluasi tehadap pengembangan sistem secara keseluruhan, auditor menentukan apakah mereka dapat perlunya mengurangi pengecekan data.
Prosedur Audit Rinci
Instrumen Pengumpulan Bukti Audit
Bukti audit diperoleh dari pihak – pihak terkait, dikumpulkan dengan sebagai cara, antara lain : kuesioner, pengamatan atau obsevasi (pengamatan dilakukan ditekankan pada TI, yang mencakup system application, data center dan infratructur), wawancara, review dokumentasi, pemeriksaan fisik, analytical review procedure, tes/pengujian, penjelasan pihak ketiga/ahli dan sebagainya.
Pengambilan Bukti Sistem Informasi
Dengan pengalaman, kompetensi, dan keyakinannya auditor harus sangat menentukan bukti audit yang mendukung pemeriksaannya guna dapat memberikan pendapat (opini) atau melaporkan temuan dan memberikan rekomendasinya.
Dari segi pandang audit keuangan, bukti audit terdiri dari sktruktur pengendalian intern, data akuntansi yan terdapat pada catatan akuntansi serta informasi penguat.
Jenis Bukti Audit
Bukti audit dapat dikategorikan dengan beberapa cara, antara lain:
a)    bukti langsung/bukti tidak langsung
Bukti langsung adalah bukti audit bersifat fakta atau dokumen sah yang langsung terkait dengan kegiatan pemeriksaan. Contoh ialah: sertifikat hak milik tanah jika auditor menguji keabsahan kepemilikan tanah auditee atau biaya pos tertentu berupa bukti pembelian dan pembayaran sah aslinya. Sedangkan bukti tidak langsung misalnya ialah bukti yang harus disimpulkan sendiri oleh auditor berdasarkan bahan bukti tertentu. Contoh misalnya untuk memeriksa apakah suatu mesin benar-benar telah diperbaiki sehingga kondisinya sesuai yang dilaporkan harus disimpulkan sendiri oleh auditor.
b)    bukti utama (primer)/sekunder
bukti utama ialah misalnya surat perjanjian atau kontrak, surat asli utang piutang dari pelanggan, rekening koran dari bank. Sedangkan bukti sekunder misalnya adalah bila surat-surat tersebut bukan yang Sali melaikan copy, dan bahkan kadang-kadang sudah dengan coretan tambahan dengan pen tulisan tangan.
c)    fakta atau informasi dan hasil analisis
d)    record/testimonial evidence.

Instrumen Pemeriksaan
a)    Observasi (Pengamatan)
Observasi atau pengamatan adalah cara memeriksa dengan menggunakan panca indera terutama mata, yang dilakukan secara kontinyu selama kurun waktu tertentu untuk membuktikan sesuatu keadaan atau masalah.
b)    Wawancara, Tanya Jawab (Interview)
Wawancara merupakan teknik pemeriksaan berupa tanya jawab secara langsung antara auditor dengan auditee untuk memperoleh bahan bukti audit
c)    Kuesioner (Tanya-Jawab Tertulis)
Cara tanya jawab yang mudah dan praktis adalah dengan tertulis. Setelah responden ditentukan, kemudian dikirim surat pengantar beserta daftar pertanyaan (kuisioner) tentang hal-hal yang ditanyakan (sebaiknya dibuat pedoman pengisian dan tanggal jawab yang diharapkan).
d)    Konfirmasi
Konfirmasi merupakan upaya untuk memperoleh informasi/penegasan dari sumber lain yang independen, baik secara lisan maupun tertulis dalam rangka pembuktian pemeriksaan.
e)    Inspeksi Fisik
Inspeksi merupakan cara memeriksa dengan memakai panca-indera terutama mata, untuk memperoleh bukti atas suatu keadaan atau suatu masalah pada saat tertentu. Inspeksi merupakan usaha pemeriksa uantuk memperoleh bukti-bukti secara langsung; kata langsung di sini berarti pemeriksa sendiri harus berada di tempat dimana keadaan atau masalah tersebut ingin dibuktikan.
f)     Prosedur Analisis
Analisis artinya memecah tau menguraikan suatu keadaan atau masalah ke dalam beberapa bgian atau elemen dan memisahkan bagian tersebut untuk digabungkan dengan keseluruhan atau dibandingkan dengan yang lain. Dengan analisis pemeriksa dapat melihat hubungan penting antara satu unsur dengan unsur lainnya.
g)    Perbandingan
Perbandingan adalah usaha mencari kesamaan dan perbedaan antara dua atau lebih gejala atau keadaan. Dalam audit terhadap kegiatan keuangan misalnya, pemeriksa melakukan pekerjaan membandingkan seperti:
·         Membandingkan realisasi penerimaan/pengeluaran dengan jumlah menurun anggaran
·         Membandingkan pelaksanaan sebenarnya di bidang keuangan dengan pelaksanaan di waktu-waktu yang lalu dengan patokan lainnya yang dipakai oleh badan usaha yang bersangkutan
h)   Penelaahan Dokumen
Pada umumnya cukup banyak dokumen yang trsedia pada suatu organisasi untuk ditelaah: bagan arus, bagan organisasi, manual prosedur, manual operasi, manual referensi, netulen rapat, surat perjanjian, dan catatan-catatan historis lainnya. Dokumen-dokumen tersebut bisa dengan mudah diperoleh bisa pula sangat sulit, tergantung pada masing-masing organisasi. Dalam situasi yang baik. Seluruh dokumen yang dibutuhkan dapat diperoleh di perpustakaan pusat, tetapi ada banyak situasi dokumen-dokumen harus dikumpulkan satu per satu lebih dulu. Jika mungkin, dokumen-dokumen penting harus ditelaah sebelum melakukan wawancara. Terutama untuk bagan akun, bagan organisasi, dan notulen rapat dewan direksi. Dokumen-dokumen ini dapat membantu untuk memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai organisasi.





Daftar Pustaka
http://fitharikhadir.blogspot.com/2016/01/audit-sistem-informasi-dan-prosedur.html
https://www.academia.edu/24109622/Prosedur_Teknik_dan_Bukti_Audit
https://www.academia.edu/7612603/Evaluasi_dan_Analisa_Sistem_Informasi_Perpustakaan_UI_Dalam_Proses_DIGITAL_LIBRARY

Minggu, 02 Desember 2018

AUDIT COMMAND LANGUAGE

AUDIT COMMAND LANGUAGE


PENGERTIAN ACL
ACL(Audit Command Language) adalah aplikasi yang hanya ‘read-only’, ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data sehingga dapat dianalisis. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat daripada proses auditing secara manual yang memerlukan waktu sampai berjam-jam bahkan sampai berhari-hari.

SEJARAH ACL
ACL dikembangkan sejak tahun 1970-an oleh Prof. Hart J. Will dari Canada dan kemudian dikelola oleh ACL Services Ltd, Vancouver, Canada, dan merupakan pemimpin pasar dalam teknologi pengambilan data, analisis data, serta pelaporan (hasil survey tahunan The Institute of Internal Auditors, USA, 2005).
ACL telah dikembangluaskan dengan fungsi untuk memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional di dalam perusahaan, di antaranya pada bidang audit untuk analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb; pada bidang IT (Information Technology) untuk data migration, data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan lain sebagainya.
ACL dapat membaca data dari berbagai macam sistem yang terbentang mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL adalah aplikasi yang hanya ‘read-only’, ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data sehingga dapat dianalisis. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat daripada proses auditing secara manual yang memerlukan waktu sampai berjam-jam bahkan sampai berhari-hari.
Software ini dapat melakukan akses data langsung ke dalam database ataupun dalam bentuk teks file dalam waktu yang singkat tanpa menganggu sistem yang sedang berjalan, melakukan proses verifikasi hasil dari data yang diperoleh untuk menciptakan integrasi data yang dipercaya, dan hasil analisa data yang dapat diandalkan. Semua dapat dilakukan dengan cepat, tepat, aman, dan akurat.
Keuntungan menggunakan ACL
1. Mudah dalam penggunaan.
2. Built- in audit dan analisis data secara fungsional
3. Kemampuan menangani ukuran file yang tidak terbatas
4. Kemampuan mengekspor hasil audit
5. Pembuatan laporan berkualitas tinggi

Manfaat ACL menggunakan ACL
Dapat membantu dalam mengakses data baik langsung (direct) kedalam sistenm jaringan ataupun indirect (tidak langsung) melalui media lain seperti softcopy dalam bentuk text file/report.
Menempatkan kesalahan dan potensial “fraud” sebagai pembanding dan menganalisa file-file menurut aturan-aturan yang ada.
Mengidentifikasi kecenderungan/gejala-gejala, dapat juga menunjukan dengan tepat sasaran pengecualian data dan menyoroti potensial area yang menjadi perhatian.
Mengidentifikasi proses perhitungan kembali dan proses verifikasi yang benar.
Mengidentifkasi persoalan sistem pengawasan dan memastikan terpenuhinya permohonan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.
Aging dan menganalisa account receivable/payable atau beberapa transaksi lain dengan menggunakan basis waktu yang sensitive.
5 SIKLUS DATA ACL
•         Perencanaan
Rencanakan pekerjaan anda sebelum memulai sebuah project. Dengan merumuskan jelas tujuanya sebelum mulai analisis, dengan mengembangkan strategi dan waktu serta sumber daya.

•         Akses Data
Langkah berikutnya adalah mengakses data yang digariskan dalam rencana strategis. Dengan mencari, meminta, dan mentransfer data sebelumnya untuk membacanya dengan ACL.
•         Integritas data Verifikasi Data
Setelah menerima data, maka diperlukan untuk menguji integritas. Jika anda memulai project anda tanpa harus diverifikasi terlebih dahulu data yang integritas, ada kemungkinan tidak lengkap atau tidak benar.
•         Analisis Data
Dalam analisis tahap melakukan tes yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Anda mungkin akan menggunakan kombinasi perintah, filter, dan hitungan dalam analisis Anda.
•         Pelaporan Hasil
Tergantung pada proyek tersebut, Anda mungkin perlu membuat laporan dari yang dihasilkan. ACL dapat membuat berbagai jenis laporan, termasuk multiline, detail, dan ringkasan laporan

UNSUR-UNSUR UTAMA  DATA  ANALISIS ACL
1. Commands
                Command pada ACL merupakan perintah analisis standar yang ada pada ACL seperti perintah statistik. Stratify (menstratifikasi), Aging (umur) dsb. Perintah tersebut dapat menghasilkan output dalam bentuk file, screen(layar), print dan grafik.
2. Expressions (Ekspresi)
                Expressions adalah pernyataan yang digunakan terutama untuk membuat filter dan computed fields. Melakukan perhitungan, menentukan kondisi logis, atau menciptakan nilai-nilai yang tidak ada pada data file. Expressions dapat diberi nama dan disimpan sebagai bagian dari suatu proyek atau digunakan langsung.
a. Filter adalah ekspresi logika yang memungkinkan Anda memilih jenis data yang Anda ingin lihat. Sebagai contoh, Anda dapat membuat Filter yang memilih hanya records yang berada dalam rentang tanggal tertentu.
b. Computed Fields adalah dikenal juga sebagai calculated field, adalah virtual field yang menggunakan data yang berasal dari ekspresi atau variabel tertentu. Ini tidak berisi data fisik. Sebagai contoh, Anda dapat membuat sebuah field baru yang merupakan hasil dari nilai-nilai di dua field lainnya. Anda juga dapat menyisipkan ke dalam tabel nilai tertentu seperti suku bunga atau kondisi logis..
3. Function
                Function adalah sesuatu yang pasti yang sudah ada dalam function di ACL dengan menggunakan variabel, untuk melaksanakan suatu perhitungan atau perintah atas data yang telah ditetapkan.
4. Variable
Interface ACL
Pada saat pertama membuka ACL, anda akan dihadapkan layar seperti dibawah ini, dengan tampilan Welcome Tab, Project Navigator, dan Status Bar.
Welcome Tab
Welcome Tab merupakan tampilan yang menunjukan macam-macam project yang pernah dibuat dan disimpan di ACL. Karena sistem ACL sudah menggunakan sistem seperti di website, jadi anda tinggal mengklik untuk memilihnya.
Project Navigator
Project Navigator merupakan tampilan dimana Tabel dan Log sedang dalam pengerjaan dalam suatu project di ACL.
Status Bar
Tampilan Status Bar menunjukan informasi tentang tabel yang sedang dibuka, termasuk nama tabel tersebut, number record, dan tampilan filter jika sedang diaktifkan.






DAFTAR PUSTAKA

http://catatandestra.blogspot.com/2014/05/pengertiankeuntunganmanfaat-acl-audit.html
http://akuntansi.fenaro.narotama.ac.id/2013/04/pengenalan-acl-audit-command-language/
http://fhm3ard.blogspot.com/2017/11/acl-audit-command-language.html?m=1

Rabu, 28 November 2018

SISTEM KEAMANAN TEKNOLOGI INFORMASI


1. Enkripsi pesan “TURN BACK HOAX” dengan kata kunci “PERANG” (Eknripsi dengan Vigenere Chiper)
Plain : TURN BACK HOAX
Key : PERANG
Chiper : IYINOGROYOND

2. Dalam pengembangan sistem informasi, dibutuhkan juga aspek pengamanan komputer, sebutkan dan berikan contohnya.
· Privacy : Sifatnya rahasia tidak diketahui oleh orang lain.Contohnya adalah email atau file-file lain yang tidak boleh dibaca orang lain.

·   Confidentiality : Data yang disebar ke orang tertentu. Contohnya data yang bersifat pribadi seperti : nama, alamat, no ktp, telpon dan sebagainya.


·    Integrity : Terjaga informasinya boleh diubah hanya oleh pemilik informasi.Contoh : Penyerangan Integritas ketika sebuah email dikirimkan ditengah jalan disadap dan diganti isinya, sehingga email yang sampai ketujuan sudah berubah.

·    Autentication : Pengecheckan apakah informasi sesuai atau tidak. Contoh : sewaktu user login dengan menggunakan nama user dan passwordnya, apakah cocok atau tidak, jika cocok diterima dan tidak akan ditolak. Ini biasanya berhubungan dengan hak akses seseorang, apakah dia pengakses yang sah atau tidak.


·     Availability : Apakah data dapat diakses atau. Apabila sebuah data atau informasi terlalu ketat pengamanannya akan menyulitkan dalam akses data tersebut. Contoh : Serangan yang sering dilakukan pada aspek ini adalah denial of service (DoS), yaitu penggagalan service sewaktu adanya permintaan data sehingga komputer tidak bisa melayaninya.

3.      Bagaimana cara untuk menangani web       browser yang terkena malware?
·         Bersihkan komputer anda dari virus dengan antivirus terupdate .
·         Mengganti password CPAnel dan FTP
·         Membersihkan script malware yang ada pada website
·         Meminta review pada pihak Google


4.     Dokumen yang sifatnya rahasia di Divisi Finance dapat dilihat oleh divisi lainnya, bagaimana cara penangan agar kerahasiaan terjaga?
·         Penentuan perangkat lunak Data Base Server yang handal.
·         Pemberian Otoritas kepada user mana saja yang berhak mengakses, serta memanipulasi data-data yang ada.

5.    Ketika sedang browsing, tiba-tiba koneksi internet lambat, setelah ditelusuri terdapat serangan DDOS, bagaimana menanganinya?
Identifikasi port mana yang terbuka dan terindikasi oleh serangan ddos. Lalu lakukan upaya recover dengan mengaktifkan firewall guna mencegah serangan ddos.
Dan lakukan block alamat ip dan port attacker.


Minggu, 25 November 2018

COBIT

“COBIT”
.1       Pengertian COBIT
COBIT adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.

2.2       Sejarah COBIT
Dikeluarkan dan disusun oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association) pada tahun 1996. hingga saat artikel ini dimuat setidaknya sudah ada 5 versi COBIT yang sudah diterbitkan, versi pertama diterbitkan pada tahun 1996, versi kedua tahun 1998, versi 3.0 di tahun 2000, Cobit 4.0 pada tahun 2005, CObit 4.1 tahun 2007 dan yang terakhir ini adalah Cobit versi 5 yang di rilis baru-baru saja.

2.3       Domain Cobit
Cobit memiliki 4 Cakupan Domain :
1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and Organise)
Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
2. Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement)
Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.
3. Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support)
Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.
4. Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate)
Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.

2.4       Kerangka Kerja COBIT



Control Objectives, Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi (high level  control  objectives) yang tercermin dalam 4 domain, yaitu :  planning &  organization, acquisition & implementation,  delivery & support, dan  monitoring.
Audit Guidelines, Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendali rinci (detailed  control  objectives) untuk membantu para auditor dalam  memberikan  management assurance atau saran perbaikan.
Management Guidelines, Berisi arahan baik secara umum maupun spesifik mengenai apa  saja  yang mesti dilakukan, seperti : apa saja indicator untuk  suatu kinerja  yang bagus, apa saja resiko yang timbul, dan  lain-lain.  4. Maturity Models  Untuk memetakan status maturity proses-proses IT (dalam skala  0 –  5).

2.5       Orientasi Bisnis COBIT
Dimulai dengan  business objectives pada Framework.
Pilih proses TI dan pengendalian sesuai dengan perusahaan dari  Control Objectives.
Operasikan dari business plan.
Assess prosedure dan hasil dengan Audit  Guidelines, dan  assess status dari organisasi, Identifikasi critical activities yang memimpin keberhasilan dan ukur kinerja dalam  pencapaian enterprise goals dengan Management Guidelines 

1.6   Manfaat dan Penggunaan COBIT
Direktur dan Eksekutif, digunakan untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan TI.
Manajemen, digunakan untuk mengambil keputusan investasi TI, untuk keseimbangan resiko dan kontrol investasi, untuk benchmark lingkungan TI sekarang dan masa depan.
Pengguna, digunakan untuk memperoleh jaminan keamanan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun eksternal.
Auditors, digunakan untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal, untuk memberikan saran pada control minimum yang diperlukan.

2.7       Frame Work COBIT
COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute (ITGI). COBIT digunakan untuk menjalankan penentuan atas IT dan meningkatkan pengontrolan IT. COBIT juga berisi tujuan pengendalian, petunjuk audit, kinerja dan hasil metrik, faktor kesuksesan dan maturity model.
Lingkup kriteria informasi yang sering menjadi perhatian dalam COBIT adalah:
Effectiveness, Menitikberatkan pada sejauh mana efektifitas informasi dikelola dari data-data yang diproses oleh sistem informasi yang dibangun.
Efficiency, Menitikberatkan pada sejauh mana efisiensi investasi terhadap informasi yang diproses oleh sistem.
Confidentiality, Menitikberatkan pada pengelolaan kerahasiaan informasi secara hierarkis.
Integrity, Menitikberatkan pada integritas data/informasi dalam sistem.
Availability, Menitikberatkan pada ketersediaan data/informasi dalam sistem informasi.
Compliance, Menitikberatkan pada kesesuaian data/informasi dalam sistem informasi.
Reliability, Menitikberatkan pada kemampuan/ketangguhan sistem informasi dalam pengelolaan data/informasi.

2.8       Nilai & Keterbatasan COBIT
Telah diterima secara internasional praktek yang baik.
Apakah manajemen berorientasi.
Didukung oleh peralatan dan pelatihan.
Apakah bebas didownload.
Memungkinkan pengetahuan relawan ahli untuk dibagi dan leveraged.
Terus berkembang.
Dikelola oleh sebuah organisasi nirlaba terkemuka.
Peta 100 persen menjadi COSO.
Peta kuat untuk semua, standar utama terkait.
Adalah referensi, bukan 'off-the-shelf' obat
2.9         Keuntungan COBIT
Beberapa keuntungan dari mengadopsi COBIT adalah:
COBIT sejalan dengan standar lain dan praktik yang baik dan harus  digunakan bersama-sama dengan mereka.
Kerangka kerja COBIT dan praktek terbaik yang mendukung menyediakan lingkungan TI yang dikelola dengan baik dan fleksibel dalam suatu organisasi.
COBIT menyediakan lingkungan pengendalian yang responsif terhadap kebutuhan bisnis dan melayani fungsi manajemen dan audit dalam hal tanggung jawab kendali mereka.
COBIT menyediakan alat untuk membantu mengelola kegiatan TI.
2.10         COBIT And IT Governance
COBIT berfokus pada peningkatan tata kelola TI dalam organisasi. COBIT memberikan kerangka untuk mengelola dan mengendalikan kegiatan TI dan mendukung lima syarat untuk kerangka control.
Fokus Bisnis, COBIT mencapai fokus bisnis yang lebih tajam dengan menyelaraskan TI dengan tujuan bisnis, Pengukuran kinerja TI harus fokus pada kontribusi TI untuk memungkinkan dan memperluas strategi bisnis, COBIT, didukung oleh sesuai bisnis yang berfokus pada metrik, dapat memastikan bahwa fokus utama adalah nilai pengiriman dan keunggulan teknis tidak sebagai tujuan itu sendiri.
Proses Orientasi, Ketika organisasi menerapkan COBIT, fokus mereka lebih berorientasi proses. Insiden dan masalah tidak lagi mengalihkan perhatian dari proses. Pengecualian dapat didefinisikan secara jelas sebagai bagian dari proses standar. Dengan kepemilikan proses didefinisikan, dilimpahkan dan diterima, organisasi adalah lebih mampu untuk mempertahankan kontrol melalui periode perubahan yang cepat atau krisis organisasi
Penerimaan umum, COBIT adalah standar terbukti dan diterima secara global untuk meningkatkan kontribusi TI untuk keberhasilan organisasi. Kerangka kerja ini terus meningkatkan dan mengembangkan untuk mengikuti praktek yang baik. Profesional TI dari seluruh dunia menyumbangkan ide-ide mereka dan waktu untuk pertemuan tinjauan reguler.
Peraturan Persyaratan, Skandal perusahaan terakhir telah meningkatkan tekanan regulasi pada dewan direktur untuk melaporkan status mereka dan memastikan bahwa pengendalian internal yang sesuai. Tekanan ini mencakup TI mengontrol juga. Organisasi terus-menerus perlu untuk meningkatkan kinerja TI dan menunjukkan pengendalian yang memadai atas kegiatan TI mereka. Banyak manajer TI, penasehat dan auditor yang beralih ke COBIT sebagai respon de facto untuk regulasi TI persyaratan.
Umum Bahasa, Sebuah framework membantu mendapatkan semua orang pada halaman yang sama dengan mendefinisikan hal kritis dan menyediakan daftar istilah. Koordinasi di dalam dan di tim proyek dan organisasi dapat memainkan peran kunci dalam keberhasilan setiap proyek. Bahasa yang sama membantu membangun keyakinan dan kepercayaan

2.11         Kriteria Informasi COBIT Cube
Untuk memenuhi tujuan bisnis, informasi harus sesuai dengan kriteria kontrol tertentu, yang COBIT sebut sebagai kebutuhan bisnis untuk informasi. Secara umum, kriteria informasi didasarkan pada persyaratan sebagai berikut:
- kualitas
- gadai
 - keamanan
2.12         COBIT Cube IT Processes
COBIT menggambarkan siklus hidup TI dengan bantuan empat domain:
- Merencanakan dan Mengorganisir
- Memperoleh dan Menerapkan
- Memberikan dan Dukungan
- Memantau dan Evaluasi
Proses adalah serangkaian kegiatan dengan istirahat kontrol alami. Ada 34 proses di empat domain. Proses menentukan apa kebutuhan bisnis untuk mencapai tujuannya. Penyampaian informasi dikendalikan melalui 34 proses TI.
Kegiatan adalah tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang terukur. Selain itu, kegiatan memiliki siklus kehidupan dan termasuk tugas-tugas diskrit banyak.
2.13       COBIT Cube IT Domains
Merencanakan dan Mengorganisir (PO)
Memperoleh dan Melaksanakan (AI)
Memberikan dan Dukungan (DS)
Monitor and Evaluate (ME)
2.14       COBIT Cube IT Resources
Proses TI mengelola sumber daya TI untuk menghasilkan, menyampaikan dan menyimpan informasi yang diperlukan organisasi untuk mencapai tujuannya.
Sumber daya TI yang diidentifikasikan dalam COBIT didefinisikan sebagai:
- Aplikasi adalah sistem pengguna otomatis dan prosedur manual yang memproses informasi.
- Informasi adalah data yang adalah input, diproses dan output oleh sistem informasi, dalam bentuk apapun yang digunakan oleh bisnis.
- Infrastruktur termasuk teknologi dan fasilitas, seperti perangkat keras, sistem operasi dan jaringan, yang memungkinkan pemrosesan aplikasi.
- Orang adalah personil yang dibutuhkan untuk merencanakan, mengatur, memperoleh, melaksanakan, menyampaikan, mendukung, memantau dan mengevaluasi sistem informasi dan pelayanan. Mereka mungkin internal, outsourcing atau kontrak, seperti yang diperlukan. 
Skala maturity dari Framework COBIT
Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang. Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.
Penerapan yang tepat pada tata kelola TI di suatu lingkungan Enterprise, tergantung pada pencapaian tiga aspek maturity (kemampuan, jangkauan dan kontrol). Peningkatan maturity akan mengurangi resiko dan meningkatkan efisiensi, mendorong berkurangnya kesalahan dan meningkatkan kuantitas proses yang dapat diperkirakan kualitasnya dan mendorong efisiensi biaya terkait dengan penggunaan sumber daya TI.
Maturity model dapat digunakan untuk memetakan :
1. Status pengelolaan TI perusahaan pada saat itu.
2. Status standart industri dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
3. Status standart internasional dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
4. Strategi pengelolaan TI perusahaan (ekspetasi perusahaan terhadap posisi pengelolaan TI perusahaan)

Tingkat kemampuan pengelolaan TI pada skala maturity dibagi menjadi 6 level :
1. Level 0 (Non-existent)
Perusahaan tidak mengetahui sama sekali proses teknologi informasi di perusahaannya.
2. Level 1 (Initial Level)
Pada level ini, organisasi pada umumnya tidak menyediakan lingkungan yang stabil untuk mengembangkan suatu produk baru. Ketika suatu organisasi kelihatannya mengalami kekurangan pengalaman manajemen, keuntungan dari mengintegrasikan pengembangan produk tidak dapat ditentukan dengan perencanaan yang tidak efektif, respon sistem. Proses pengembangan tidak dapat diprediksi dan tidak stabil, karena proses secara teratur berubah atau dimodifikasi selama pengerjaan berjalan beberapa form dari satu proyek ke proyek lain. Kinerja tergantung pada kemampuan individual atau term dan variasi dengan keahlian yang dimilikinya.
3. Level 2 (Repeatable Level)
Pada level ini, kebijakan untuk mengatur pengembangan suatu proyek dan prosedur dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut ditetapkan. Tingkat efektif suatu proses manajemen dalam mengembangankan proyek adalah institutionalized, dengan memungkinkan organisasi untuk mengulangi pengalaman yang berhasil dalam mengembangkan proyek sebelumnya, walaupun terdapat proses tertentu yang tidak sama. Tingkat efektif suatu proses mempunyai karakteristik seperti; practiced, dokumentasi, enforced, trained, measured, dan dapat ditingkatkan. Product requirement dan dokumentasi perancangan selalu dijaga agar dapat mencegah perubahan yang tidak diinginkan.
4. Level 3 (Defined Level)
Pada level ini, proses standar dalam pengembangan suatu produk baru didokumentasikan, proses ini didasari pada proses pengembangan produk yang telah diintegrasikan. Proses-proses ini digunakan untuk membantu manejer, ketua tim dan anggota tim pengembangan sehingga bekerja dengan lebih efektif. Suatu proses yang telah didefenisikan dengan baik mempunyai karakteristik; readiness criteria, inputs, standar dan prosedur dalam mengerjakan suatu proyek, mekanisme verifikasi, output dan kriteria selesainya suatu proyek. Aturan dan tanggung jawab yang didefinisikan jelas dan dimengerti. Karena proses perangkat lunak didefinisikan dengan jelas, maka manajemen mempunyai pengatahuan yang baik mengenai kemajuan proyek tersebut. Biaya, jadwal dan kebutuhan proyek dalam pengawasan dan kualitas produk yang diawasi.
5. Level 4 (Managed Level)
Pada level ini, organisasi membuat suatu matrik untuk suatu produk, proses dan pengukuran hasil. Proyek mempunyai kontrol terhadap produk dan proses untuk mengurangi variasi kinerja proses sehingga terdapat batasan yang dapat diterima. Resiko perpindahan teknologi produk, prores manufaktur, dan pasar harus diketahui dan diatur secara hati-hati. Proses pengembangan dapat ditentukan karena proses diukur dan dijalankan dengan limit yang dapat diukur.
6. Level 5 (Optimized Level)
Pada level ini, seluruh organisasi difokuskan pada proses peningkatan secara terus-menerus. Teknologi informasi sudah digunakan terintegrasi untuk otomatisasi proses kerja dalam perusahaan, meningkatkan kualitas, efektifitas, serta kemampuan beradaptasi perusahaan. Tim pengembangan produk menganalisis kesalahan dan defects untuk menentukan penyebab kesalahannya. Proses pengembangan melakukan evaluasi untuk mencegah kesalahan yang telah diketahui dan defects agar tidak terjadi lagi.

DAFTAR PUSTAKA


https://hepiprayudi.files.wordpress.com/2012/06/pengertian-cobit.pdf
http://frendi461103478.blogspot.com/2015/06/pengertian-cobit-overview.html
http://www.erdisusanto.com/2012/11/kerangka-kerja-cobit-control-objectives.html
https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://liapsa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/33214/Bab%2B8%2B-%2BCOBIT.docx&ved=2ahUKEwjN6cHBoOreAhVZSX0KHVFGDSIQFjAAegQIARAB&usg=AOvVaw3r-dc2YfXPuMIHTVDE2F5n
https://www.kajianpustaka.com/2014/02/pengertian-sejarah-dan-komponen-cobit.html