Minggu, 05 Mei 2019

PRONOUNS

Pronouns atau yang biasa disebut dengan "kata ganti" adalah kata-kata yang biasa digunakan untuk mengantikan kata orang atau benda. Sehingga pada saat penulisan kalimat yang jika dalam satu kalimat terdapat banyak sekali pengulangan kata, kita bisa menggantinya dengan kata ganti yang lain sesuai dengan kata tersebut.

 Ada 5 jenis kata ganti orang, yaitu yang berfungsi sebagai subject (Subject Pronouns), sebagai object (object pronoun), sebagai adjective (possessive adjectives), untuk menyatakan kepunyaan (possessive pronouns), dan untuk menyatakan refleksi diri (reflexive atau reciprocal pronouns).
 Tapi sebelum itu, untuk memudahkan kita belajar pronouns kita bisa lihat kata ganti apa saja yang akan dipakai sesuai fungsinya masing-masing.

Subject Pronoun
Object Pronoun
I
Me
You (Singular)
You
You (Pulral)
You
We
Us
They
Them
He
Him
She
Her
It
It
A.      Penggunaan subject pronoun.
Subject pronoun adalah kata ganti yang berfungsi sebagai subject.
  • I, you, we, they, he, dan she digunakan untuk mengganti orang. Selain itu, “they ” juga digunakan untuk menggantikan plural nouns. He dan she juga dapat digunakan untuk menggantikan hewan, khususnya hewan peliharaan. Dan khusus untuk “she ‘ juga dapat digunakan untuk menggantikan kapal laut.
  • ”It ” untuk menggantikan benda mati dan tumbuhan tunggal.
  • He, she dan it adalah singular subject (orang ketiga tunggal) yang selalu diikuti oleh singular verb.
Penggunaan subject pronoun ada 4, yaitu:

a.    Pada umumnya subject pronoun diletakkan di awal kalimat (sebelum verb).
1.       I love you.
2.       He is my brother.
3.        She likes writing a poem. (Dia suka menulis puisi).
4.       Two cars were reported stolen last night. They haven’t been found yet. (Dua mobil dilaporkan dicuri tadi malam. Mereka (kedua mobil itu) belum ditemukan).
5.       You have to buy a good English dictionary. (Kamu harus membeli sebuah kamus bahasa Inggris yang baik).
6.       We planted a rose plant last month. It is growing well now. (Kami menanam sebuah tanaman mawar sebulan yang lalu. Dia (tanaman mawar itu) sedang tumbuh dengan baik sekarang).

b.      (it/that/this/these/those/there) + (to be) + subject pronoun
Dalam pola-pola seperti ini, it, that, this, these, those dan there hanya berfungsi sebagai pseudo-subject (subject semu). Subject yang sebenarnya adalah nouns setelah to be. Olehnya itu, pronoun yang tepat digunakan setelah to be adalah subject pronoun.
1.    It was I who broke the mirror. (Adalah saya (sayalah) yang memecahkan cermin itu).
2.    There is he here now. You should come here quickly if you want to        meet him. (Ada dia di sini sekarang. Kamu harus datang ke sini dengan cepat jika kamu ingin bertemu dia).
3.    This is I. I am just an ordinary person. (Inilah saya. Saya hanyalah seorang manusia biasa).

c.        Setelah expression as… as dalam kalimat equal comparison.
1.       He is as smart as she. (Dia (cowok) sama pintarnya dengan dia (cewek).
2.       Maria has the same preference as they. (Maria punya kesukaan yang sama dengan mereka).

d.       Setelah than dalam kalimat unequal comparison.
1.       I am smarter than he. (Saya lebih pintar dari dia).
2.       They study harder than she. (Mereka belajar lebih giat dari dia).

e.      Setelah different from.
1.       We are different from they. (Kita beda dengan mereka).
2.        Although they are twins, she is different from he. (Walaupun mereka kembar, dia (cewek) beda dengan dia).
Note: In speaking (informal occasion), pronoun pada kalimat-kalimat di poin b – d lebih sering dinyatakan dengan object pronoun, menjadi:
1.       It was me who broke the mirror.
2.       He is as smart as her.
3.        I am smarter than him.
4.       We are different from them. dan seterusnya.
Walaupun lebih sering digunakan secara informal, penggunaan object pronoun ini (poin b-d) dianggap gramatically incorrect. Jadi, jika anda ikut ujian TOEFL atau test lainnya selalu pilihsubject pronoun, bukan object pronoun.

B.   Penggunaan object pronoun
Object pronoun adalah kata ganti yang berfungsi sebagai object dan diletakkan setelah verb.
Contoh:
1.    Yeyes gave me a piece of cake (Yeyes memberi saya sepotong kue)
2.     Yeyes gave you a piece of cake, too. (Yeyes memberi kamu sepotong kue juga)
3.    Yeyes did not give him a piece of cake. (Yeyes tidak memberi dia sepotong kue).
4.    I like her. (Saya suka dia).
5.    Do you like your new bicycle? Yes, I like it very much. (Apakah kamu suka sepeda barumu? Ya, saya menyukainya dengan sangat)
6.    Koko helped us clean the house. (Koko membantu kami membersihkan rumah).
7.    Yeyes taught him to do his homework. (Yeyes mengajarinya mengerjakan PR).
8.    Didit saw us on the football field. (Didit melihat kita di lapangan sepakbola)
9.    She hates me because I am very, very naughty. (Dia membenciku karena saya sangat,sangat jahil).

Source : http://sekolahmandiri.blogspot.com/2012/06/perubahan-subject-pronoun-menjadi.html

Subject, Verb, Complenet and Modifier

A. Subject

A Subject is an agent of a sentence. Generally it's a person that do the action (Verb).

Example : My sister eaten a plate of Nasi Goreng yesterday.

My sister pada kalimat di atas berperan sebagai subject yang melakukan aksi (Verb).

B. Verb

A Verb is also called A predicate. Verb merupakan aksi yang di lakukan oleh subject pada suatu kalimat.

Example : I walk arround the park.

Pada kalimat di atas,walk merupakan aksi yang di lakukan si subject (I).

C. Complement

Complement completes the verb. (Complement melengkapi kata kerja). It,s commonly as noun or noun phrase. Tetapi prepositional (On a table) Phrase tidak termasuk Complement.

Pada penggunaan di kalimat, complement menjawab pertanyaan What & Who.

Example :

I Tell my mother. (Who somebody that you tell? "my Mother").

I buy a dessert to my friend. (What do you buy? "A dessert").

D. Modifier

Modifier tells the time, place, manner in a sentence. It's also called "Adverb". In a sentence, Modifier stated by question word (Where, When).

Example : l bought a new pans in the store. (Where did you buy the new pans? "in The Store").


I slept when you were coming last night. (When were you coming? "last Night").


source : https://maxinroe.blogspot.com/2017/10/pengertian-subject-verb-complement-dan.html

Cover Letter

Depok, May 5th 2019


Attention To : Human Resources Department
SM Entertainment Indonesia
FX Sudirman, Jl. Jend. Sudirman No.1/3, RT.1/RW.3, Gelora, Central Jakarta City, Jakarta 10270


Dear Sir / Madam

I have read from your job vacancy advertisement at SM Entertainment Website and i found that your company is looking for employees for “Mobile Apps Developer” position. I believe the job is fit with my educational background and thus i found myself qualified for the job.

My name is Shafira Maulina. I am twenty one years old and i am fresh graduate from Information System Department of Gunadarma University Depot on September this year. I have the qualifications that you want for the job. I can work both in a team and by myself, and i eager to learn.

Beside the basic knowledge i have from my educational background, i also have a good compare skill such as microsoft office and java and i can communicate in English and a little bit of Korea both spoken and written.

With all the qualifications i mentioned above, i am confident that i can contribute effectively to your company. here with this letter i enclose my :

  1. Copy if Bachelor Degree (S-1) Certificate and Academic Transcript.
  2. Curriculum Vitae.
  3. Recent photograph with size of 4x6

I appreciate your attention and i hope i can join your company soon and be the part of it.

Sincerely,

Shafira Maulina




Resume

Jumat, 05 April 2019

Personal Description

Hallo everyone this is  my personal description ,oh by the way  how’s your day? my name is Shafira Maulina but my friends call me Fira or Pia and now I'm going to tell you a little bit of myself.I was born at 17th June 1997 and I have one little sister ( 3 years younger than me). I’m currently studying at Gunadarma University majoring Information System.
 As you know now I'm 21 years old but I still love to buy toys, a lot of people say “Are you kidding? You are 21,you are in collage why are you buy such a useless things like that?” but that’s not my problem, what’s a matter? That is my happiness.
Oh! I like to buy an album too even though it’s not that much, what album? Yap I'm a fan of Kpop since last 10 years, I really into them.The first time I saw it and it was so cool then became curious.
For the last 6 years I love a boyband named EXO or (their fans named) EXO-L and my bias from the first time they introduced EXO until now (and forever) is D.O. , he has a great voice,great acting,great attitude and loves cooking maybe that’s why I love him that much. I watched their 1st concert “The Lost Planet” in 2014 with my bestfriend and It was an experience that I never ever forget in my entire life, even now I still can’t believe that I met them.
And that’s how I learned about Korean culture and language from their songs, drama and variety show, I learn how to write and read. Now I can read Hangul (Korean Language) but to write still a long way to go. I also love to sing their songs too, doing some cover and upload it on soundcloud or youtube (just for fun).

Alright maybe this is my personal description that I could share with you, hope that you all can know me a little bit  more. See you later and have a great day.

Rabu, 13 Februari 2019

Langkah-Langkah Melakukan Pemeriksaan / Tahapan Pemeriksaan dan Pengambilan Bukti Audit Sistem Informasi

SIKLUS PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Salah satu kunci IT Gevermence dalam pandangan kontrol internal adalah perlunya kebijakan formal dari tiap manegement mengenai metologi perkembangan sistem (System Development metodology). Pucuk pimpinan perusahaan harus menetapkan metologi system development life cycle seal yang dianut.
Siklus Hidup Sistem
Siklus daur hidup sistem (system life cycle) adalah proses evolusioner yang terjadi dalam penerapan sistem atau sub sistem informasi berbasis komputer. Mulai dari perencanaan kebutuhan sistem sampai dioperasokan untuk kegiatan organisasi. Proses tersebut terdiri dari kegiatan perencanaan, analisis, rancangan (Design / construction), penerapan (System Implementation), dan penggunaan sistem atau sering disebut dengan istilah production (operasionalisasi sistem) sebagai suatu sistem yang life digunakan sesuai kebutuhan pengguna dari pada tahap penggunaan tersebut seluruh operasi sistem dilakukan oleh pengguna.
Sistem informasi dibangun menurut kaidah dan metoda – metoda tertentu yang disebut metodologi (System Depelopment Methodology). Menurut berbagai sumber lain, terdapat metodologi yang dapat diikuti.
Sistem development life cycle (SDLC) adalah seluruh proses mengembangkan produknya membangun sistem informasi melalui berbagai langkah, mulai dari penelitian kebutuhan (requitment), analisis, desain, implementasi dan pemeliharaan (maintenance).
 
Secara lebih rinci kegiatan – kegiatan dalam berbagai tahap pengembangan sistem aplikasi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1.    The Planning Phase
Kegiatan – kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain adalah :
· Mengenali masalah yang dihadapi (recognize the prolem)
· Merumuskan problem yang sesungguhnya (define the problem)
· Menetapkan tujuan / sasaran (Set system objectives)
· Identifikasi kendala / keterbatasan (Identify system constraint)
· Melakukan studi kelayakan (conduct a  feasibility study); mengamati faktur – faktur yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan, mencakup kelayakan.
· Menyiapkan proposal (Prepare a system study proposal)
· Disetujui / tidaknya usulan (approce or disapprove the study project)
· Membangun mekanisme kontrol (establish a control mechinisme)
2.    The analysis Phase
Dalam tahap system analysis dilakukan studi tentang sistem yang berjalan saat ini (existing / eurrent system) dalam rangka menilai ada / tidaknya kelemahan.
· Membentuk tim
· Merumuskan tujuan atau kebutuhan informasi
· Merumuskan system performance cycle
· Menyiapkan design proposal.
3.    The implementasi phase
Pada tahap implementasi dilakukan acquisition dan integrasi sumber daya fisik dan no fisik agar sistem dapat dioperasikan.
· Perencanaan implementasi dan mengumumkannya
· Perolehan sumber daya hardware dan software
· Menyiapkan fasilitas fisik
· Pelatihan users
· Menyiapkan the cutever proposal dan cutover the new system
4.    The use phase
Antara lain kegiatan – kegiatan sebagai berikut :
· Penggunaan sistem (use the system)
· Evaluasi atau pemeriksaan (Audit the system)
5.    Maintain the system
· Melakukan perbaikan, memutakhirkan dan menyempurkan use (to keep system current /  to improses the system)
· Menyiapkan usulan renginsering bila diperlukan.
Pemeliharaan  / Modifikasi Sistem
Sistem yang sudah operasional seringkali penting untuk disempurnakan di-update, di-generate laporan – laporan tambahan, atau perubahan – perubahan minor. Salah satu alasan untuk melakukan perubahan adalah karena tidaklah mungkin untuk mengatasi seluruh kontinjensi selama tahap perancangan. Selain itu, kondisi lingkungan bisnis membutuhkan perubahan.
Aspek – aspe atau tahap yang mana saja yang diperlu dievaluasi dari satu kegiatan pengembangan sistem aplikasi? Ada beberapa hal yang harus dievaluasi yaitu. (a) Problem opportunity definition, (b) management of the change procces, (c) entry the feasibility assessment, (d) Analysis of the existing system, (e) formulation of strategic requirements, (f) Organizational and job design, (g) Information processing system design, (h) application software acquisition and development, (i) hardware/system software acquisition, (j) procedures development, (k) acceplence testing, (l) conversion, (m) operation and maintenance.
Audit Sistem Aplikasi
Type audit yang digunakan auditor pada proses pengembangan sistem ialah :
· Concurrent audit, auditor sebagai bagian dari team pengembangan sistem, auditor terlihat sebagai team untuk meningkatkan kualitas sistem yang sedang dikembangkan.
· Postimplementation audit, auditor membantu organisasi untuk mempelajari aplikasi sistem yang sedang dijalankan, auditor dapat melakukan evaluasi apakah sistem yang ada perlu dibuang, dilanjutkan atau dimodifikasi.
· General review of information sistems auditor, auditor melakukan evaluasi tehadap pengembangan sistem secara keseluruhan, auditor menentukan apakah mereka dapat perlunya mengurangi pengecekan data.
Prosedur Audit Rinci
Instrumen Pengumpulan Bukti Audit
Bukti audit diperoleh dari pihak – pihak terkait, dikumpulkan dengan sebagai cara, antara lain : kuesioner, pengamatan atau obsevasi (pengamatan dilakukan ditekankan pada TI, yang mencakup system application, data center dan infratructur), wawancara, review dokumentasi, pemeriksaan fisik, analytical review procedure, tes/pengujian, penjelasan pihak ketiga/ahli dan sebagainya.
Pengambilan Bukti Sistem Informasi
Dengan pengalaman, kompetensi, dan keyakinannya auditor harus sangat menentukan bukti audit yang mendukung pemeriksaannya guna dapat memberikan pendapat (opini) atau melaporkan temuan dan memberikan rekomendasinya.
Dari segi pandang audit keuangan, bukti audit terdiri dari sktruktur pengendalian intern, data akuntansi yan terdapat pada catatan akuntansi serta informasi penguat.
Jenis Bukti Audit
Bukti audit dapat dikategorikan dengan beberapa cara, antara lain:
a)    bukti langsung/bukti tidak langsung
Bukti langsung adalah bukti audit bersifat fakta atau dokumen sah yang langsung terkait dengan kegiatan pemeriksaan. Contoh ialah: sertifikat hak milik tanah jika auditor menguji keabsahan kepemilikan tanah auditee atau biaya pos tertentu berupa bukti pembelian dan pembayaran sah aslinya. Sedangkan bukti tidak langsung misalnya ialah bukti yang harus disimpulkan sendiri oleh auditor berdasarkan bahan bukti tertentu. Contoh misalnya untuk memeriksa apakah suatu mesin benar-benar telah diperbaiki sehingga kondisinya sesuai yang dilaporkan harus disimpulkan sendiri oleh auditor.
b)    bukti utama (primer)/sekunder
bukti utama ialah misalnya surat perjanjian atau kontrak, surat asli utang piutang dari pelanggan, rekening koran dari bank. Sedangkan bukti sekunder misalnya adalah bila surat-surat tersebut bukan yang Sali melaikan copy, dan bahkan kadang-kadang sudah dengan coretan tambahan dengan pen tulisan tangan.
c)    fakta atau informasi dan hasil analisis
d)    record/testimonial evidence.

Instrumen Pemeriksaan
a)    Observasi (Pengamatan)
Observasi atau pengamatan adalah cara memeriksa dengan menggunakan panca indera terutama mata, yang dilakukan secara kontinyu selama kurun waktu tertentu untuk membuktikan sesuatu keadaan atau masalah.
b)    Wawancara, Tanya Jawab (Interview)
Wawancara merupakan teknik pemeriksaan berupa tanya jawab secara langsung antara auditor dengan auditee untuk memperoleh bahan bukti audit
c)    Kuesioner (Tanya-Jawab Tertulis)
Cara tanya jawab yang mudah dan praktis adalah dengan tertulis. Setelah responden ditentukan, kemudian dikirim surat pengantar beserta daftar pertanyaan (kuisioner) tentang hal-hal yang ditanyakan (sebaiknya dibuat pedoman pengisian dan tanggal jawab yang diharapkan).
d)    Konfirmasi
Konfirmasi merupakan upaya untuk memperoleh informasi/penegasan dari sumber lain yang independen, baik secara lisan maupun tertulis dalam rangka pembuktian pemeriksaan.
e)    Inspeksi Fisik
Inspeksi merupakan cara memeriksa dengan memakai panca-indera terutama mata, untuk memperoleh bukti atas suatu keadaan atau suatu masalah pada saat tertentu. Inspeksi merupakan usaha pemeriksa uantuk memperoleh bukti-bukti secara langsung; kata langsung di sini berarti pemeriksa sendiri harus berada di tempat dimana keadaan atau masalah tersebut ingin dibuktikan.
f)     Prosedur Analisis
Analisis artinya memecah tau menguraikan suatu keadaan atau masalah ke dalam beberapa bgian atau elemen dan memisahkan bagian tersebut untuk digabungkan dengan keseluruhan atau dibandingkan dengan yang lain. Dengan analisis pemeriksa dapat melihat hubungan penting antara satu unsur dengan unsur lainnya.
g)    Perbandingan
Perbandingan adalah usaha mencari kesamaan dan perbedaan antara dua atau lebih gejala atau keadaan. Dalam audit terhadap kegiatan keuangan misalnya, pemeriksa melakukan pekerjaan membandingkan seperti:
·         Membandingkan realisasi penerimaan/pengeluaran dengan jumlah menurun anggaran
·         Membandingkan pelaksanaan sebenarnya di bidang keuangan dengan pelaksanaan di waktu-waktu yang lalu dengan patokan lainnya yang dipakai oleh badan usaha yang bersangkutan
h)   Penelaahan Dokumen
Pada umumnya cukup banyak dokumen yang trsedia pada suatu organisasi untuk ditelaah: bagan arus, bagan organisasi, manual prosedur, manual operasi, manual referensi, netulen rapat, surat perjanjian, dan catatan-catatan historis lainnya. Dokumen-dokumen tersebut bisa dengan mudah diperoleh bisa pula sangat sulit, tergantung pada masing-masing organisasi. Dalam situasi yang baik. Seluruh dokumen yang dibutuhkan dapat diperoleh di perpustakaan pusat, tetapi ada banyak situasi dokumen-dokumen harus dikumpulkan satu per satu lebih dulu. Jika mungkin, dokumen-dokumen penting harus ditelaah sebelum melakukan wawancara. Terutama untuk bagan akun, bagan organisasi, dan notulen rapat dewan direksi. Dokumen-dokumen ini dapat membantu untuk memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai organisasi.





Daftar Pustaka
http://fitharikhadir.blogspot.com/2016/01/audit-sistem-informasi-dan-prosedur.html
https://www.academia.edu/24109622/Prosedur_Teknik_dan_Bukti_Audit
https://www.academia.edu/7612603/Evaluasi_dan_Analisa_Sistem_Informasi_Perpustakaan_UI_Dalam_Proses_DIGITAL_LIBRARY